Sabtu, 27 Februari 2016

Puisi keindahan Alam

NYANYIAN PERTIWI

Gp : M.Adrian

Sebut sekata, tampaklah negeri dengan keasrian yang tersirat pada alam membentang luas bagaikan lautan…

Tertanam pula embun-embun kehidupan di setiap sudut pertiwiku

Goresan-goresan lembut terukir syahdu bersama empat elemen yang bersatu

Pertiwiku…

Kemana awak kian memandang disitulah kehijauan terhampar

Batang nan kokoh tegak bagaikan punggawa pembawa kedamaian

Akar menjulang tanda pertiwiku telah siap berjuang…

Rimbun dedaunan, hijau bagai sekeping nirwana dalam bola kehidupan

Hai manusia bernoda bernoktah

Jangan kau rusak pertiwiku dengan si tajam si pembelah

Jangan kau biarkan si jago merah melahap pertiwiku dengan buasnya

Tahukah kau ?

Pertiwiku menangis menanggung nestapa

Nestapa luka yang kau ukir dengan bengisnya

Biarlah…

biarlah kepingan nirwana itu tumbuh dalam asuhan pencipta-Nya

Rawatlah pertiwiku dalam dekapan penuh cinta

Biarlah…

Pertiwiku menjulang kokoh sebagai pelindung nusantara

Karena ia…

Anugerah tuhan yang terindah sepanjang cerita…

 

Medan, 16 oktober 2015

Puisi Alam Nusantara

NEGERIKU, KEPINGAN TAMAN SURGA
Gp: M. Adrian
Mana ada negeri, seindah nusantaraku…
Panoramanya indah nian membelalakkan si bola mata
Masuk, menusuk hingga menembus lensa hitam dalam legam
Hijau kilauan bak permata dari taman surga…
Tak ada negeri, sekaya negeriku…
Flora fauna menghias warna-warni dalam angkasa raya
Tersebar, elok nian dipandang dalam tabir ke-iffahannya
Gelora ria mengingatkan keagungan pencipta alam semesta
Negeriku, nusantaraku…
Kepingan-kepingan firdaus hidup dalam lautan kerumunan
Ah, tak bosan terpandang dalam memandang dan dipandang
Kepingan lestari, terasuh dalam kerasnya genggaman
Aduhai, sungguh negeri si taman surga…
Oh, insan yang berjiwa damai…
Salam dariku kata si alam…
Terima kasihku kata si tuan…
Terjaga asri ku karena si puan…
Genggaman hangat penuh kelembutan…
Medan, 15 november 2015

Puisi Asap Riau

AWAN  KELABU

GP: M. ADRIAN

Hembusan nestapa tersirat dibawa angin dengan sekejap mata

Membalut cakrawala biru dalam dekapan Sang Penentu

Membuka gerbang derita yang tertutup langit kelabu

Menutup asa bagi makhluk-makhluk tak berdosa

Aku,  menjerit dalam carut marut nusantara….

Menghempaskan resah yang bercampur dalam debu

Menguak permainan elok penuh kebencian karena mu

Kau bunuh aku, dengan segenggam bara dalam kata

Negeriku, tak mampu berdiri di atas awan

Tak sanggup duduk dalam menghirup kematian

Nusantaraku, tak menciptakan kegelapan dalam kepelitaan

Tak menghentikan tawa dalam ruang-ruang keharmonisan

Sungguh tega,Kau siksa aku dengan asap-asap yang kau semai

Kau tusuk sukmaku dalam diam tak berkawan

Kuucapkan selamat datang pada mu sang puan dan tuan

Yang membuat negeriku dalam lautan air tangisan….

 

 

Medan, 21 November 2015

Puisi Jalanan



"LAGU JALANAN"

gp: M. Adrian

Roda-roda terhenti terdesak dalam kilaunya surya

Terlihat, ia mengampir bertegur dengan santunnya

Bertutur dalam melodi yang berirama mengusik jiwa

Jari menari dalam getaran-getaran harmonika…



Nada bergelombang tak kurun dalam masa

Mentoreh harap dengan welas dalam kantungnya

Mengakhiri kata kerana tanda sudah menyapa

Mungilnya itu terulur dalam cokelat usangnya…



kini…

Ia kembali bercengkerama dengan cakrawala

Mencari jejak yang sirna ditelan gulita….



Medan, 15 Desember 2015


Kamis, 18 Februari 2016

PUISI MUSLIMAH


SAJAK-SAJAK MUSLIMAH

gp: M. Adrian

Goresan indah terlukis tanpa sengaja oleh pujangga…

Mengukir cerita indah ditengah kelamnya dunia

Meruah-ruah hingga terdengar ke ujung angkasa

Benarkah ia perhiasan dunia ? 

Cinta berjalan bersama al-qur’an dan juga sunnah… 

Tetap setia menjaga marwah dan ke-iffahannya 

Menjaga raga dengan mahabbah pada tuhannya 

Agar tak tergores bisa nestapa si pembuat dosa 

Inikah ia bidadari surga? 

Tali ukhuwah menjadi simpul dalam langkah menuju nirwana… 

Hijab terkembang berlayar melewati tujuh samudera 

Aurat tertutup tanda ia si wanita muslimah 

Oh sungguh elok akhlak berlanggam karimah 

Inikah bukti cinta pada tuhannya ? 

Wanita muslimah… 

Melanjut jejak ibu khadijah dan aisyah 

Mencontoh akhlak si cantik fathimah 

Membawa pelita di gelapnya dunia 

Karena ia perhiasan dunia...

  Medan, 26 oktober 2015